Cara Baru Menikmati Konsep Outbound Unik Di Air

November 15, 2019

Gak jarang saya menemukan sebuah harapan konsep outbound unik dari beberapa klien saya. Biasanya secara eksplisit tergambar dari kalimat yang terlontar melalui ucapan mereka, "Bang, kalau bisa jangan kebanyakan games lagi ya". nah ... nah ... memang pada dasarnya kreatifitas yang kuat dan dinamis dibutuhkan untuk melahirkan konsep outbound unik guna menjawab permintaan pasar.

 

Saya terinspirasi oleh hobby baru yang setahun belakangan saya geluti. Stand up paddling. Kegiatan dayung berdiri ini awalnya saya lakukan dalam rangka olahraga dan rekreasi. Tentunya rekreasi air. Dari aktivitas ini secara kebetulan akhirnya saya mengunjungi banyak destinasi wisata air. Selagi berburu destinasi baru, sampailah saya pada sebuah data dimana dengan garis pantai yang dimilikinya, 99.903 km, Indonesia merupakan negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Selain itu Indonesia juga memiliki 5.590 sungai, 65.017 anak sungai dan hampir 1000 danau / waduk. Begitu melimpah ruahnya air yang dimiliki Indonesia. Kekayaan ini tentu saja harus bisa dinikmati dan dimanfaatkan secara positif. Konsep outbound unik di air salah satu pemanfaatannya. Dan tentu saja saya akan membahas konsep outbound unik di air ini menggunakan alat dari hobby saya yaitu stand up paddle board.

 

Stand up paddle board, biasa akrab disebut SUP, merupakan sebuah alat olahraga air yang 'senada' dengan alat surfing. Hanya saja alat ini memiliki ukuran lebih besar dibanding papan surfing dan cara memainkannya juga menggunakan dayung sambil berdiri di atas SUP board. Alat ini bisa digunakan untuk air berarus tenang maupun deras. Tentu saja pada tingkat ke-deras-an tertentu dibutuhkan skill yang memadai untuk menggunakannya. Namun karena bahasan kita kali ini adalah penggunaannya pada sebuah konsep outbound unik di air, kita tempatkan saja penggunakan alat ini dipermukaan air yang arusnya relatif tenang.

 

Lalu, rancangan konsep outbound unik seperti apa yang bisa dimunculkan dari stand up paddle ? eisss nyantai dulu dong, jangan nyolot gitu ... hehehe

 

Kuncinya bukan terletak pada alat atau destinasinya. Tapi kemampuan orang yang merancangnya lah yang jadi kata kunci. Penguasaan metode experiential learning oleh si perancang program merupakan hal mutlak yang dibutuhkan karena 'jalan cerita' yang dibangun harus berlandaskan metode itu. Alat dan destinasi menjadi pilar-pilar pembentuk bangunan programnya. Kenapa alat dan destinasi menjadi hal yang penting ? Begini ceritanya ....

 

Konsep outbound unik menggunakan stand up paddle board tentunya memungkinkan skenario outbound unik ini dikemas dalam rangkaian skenario mengalun di atas air tergantung jenis air yang dipilihnya (laut, sungai atau waduk). Tentunya ini memungkinkan kita untuk 'mampir' dibeberapa spot yang dilewati, misalnya kampung-kampung disepanjang rute sungai yang dipilih sebagai destinasi konsep outbound unik ini. Kearifan lokal yang ada di kampung-kampung itulah yang sebenarnya harus mampu diolah oleh perancang program untuk dijadikan aktifitas unik yang dapat memberikan pengalaman dan pelajaran bagi peserta dalam rancangan konsep outbound unik ini.

 

 

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Please reload

Cari Arsip Artikel

Please reload

Baca Juga :