Cara Mudah Merancang Konsep Gathering Unik Dan Menarik - 3

September 23, 2018

Fokus dalam artikel sebelumnya tentang konsep gathering unik dan menarik banyak membahas tentang sebuah keharusan menggali fakta dan data sebanyak-banyaknya tentang ekspektasi gathering owners maupun gathering participants. Kenapa demikian ? karena dari data itulah pilar-pilar konsep gathering unik akan dapat mulai kita bangun satu per satu.

 

Menuliskan berbagai detail activity dalam tahap awal penyusunan konsep gathering, menurut hemat saya adalah sebuah tindakan "tak bertanggung jawab" yang dilakukan oleh seorang gathering programmer. Ini adalah sebuah bentuk pemaksaan objektif gathering supaya mengikuti ide kreasi instant tanpa melalui proses assesment kebutuhan dan ekspektasi gathering owners dan gathering participants. Jadi, kalau mau unik dan menarik, laluilah tiap tahap dengan sabar berdasarkan data-data yang telah terkumpul. 

 

Setelah melewati proses fact finding dimana data tentang ekspektasi berhasil dikumpulkan, langkah pertama yang saya lakukan dalam penyusunan konsep gathering unik dan menarik adalah melahirkan sebuah Big Idea. Ide besarnya saya tuangkan dalam sebuah sinopsis yang dilandasi data-data tadi. Sinopsis ini akan mampu menceritakan gambaran besar dari ide konsep gathering unik baik kepada klien, terlebih lagi kepada tim kreatif yang akan diajak membuat detailing serta mencari data-data pendukung teknis.

 

Hasil fact finding akan memberikan beberapa / banyak data yang dapat dijadikan fundamen membuat sinopsis. Ambillah satu atau dua data utama yang akan dijadikan anchor penyusunan sinopsis. Data yang lain akan mengikuti anchor tersebut. Seringkali, yang saya jadikan sebagai anchor adalah destinasi gathering dan durasi gathering. Bagi saya, destinasi dan durasi adalah data yang mudah dijadikan "kiblat" bagi penyusunan sinopsis.

 

 

Sekedar mengambil contoh untuk membuat Big Idea, dari "serakan" data di atas, kira-kira sinopsis seperti apa yang akan kawan-kawan buat ? Data destinasi dan durasi gathering 2 hari 1 malam (warna merah) saya jadikan anchor sinopsisnya. bila digabungkan dengan data gathering owners expectation (ungu) dan gathering participant expectation (hitam), kira-kira sinopsisnya akan seperti apa pula ? anggap saja gathering ini akan diikuti oleh 100 orang peserta sebuah perusahaan keuangan.

 

Saya akan coba membuat big idea dalam bentuk sinopsis sebagai berikut :

ke-seratus peserta akan menerima fasilitas 1 kelas di atas kelas standar agar merasa betapa perusahaan memberikan apresiasi atas segala pencapaian yang telah diraih berkat kerja keras seluruh orang dalam perusahaan. Sebuah rasa bangga terhadap perusahaan diharapkan menjadi impact positif yang didapat dari pengadaan fasilitas yang diatas standar ini. Setiap peserta akan diterbangkan dari Jakarta menggunakan maskapai penerbangan terbaik dan menginap di hotel bintang 4 dengan single occupancy di hotel ternama yang ada di jantung kota Jogjakarta.

 

Setibanya di Bandara Adi Sucipto di pagi hari, hari pertama gathering, peserta di transfer menuju sebuah desa wisata yang searah dengan rute menuju gunung merapi. Berikan first impression yang unik kepada peserta berupa sebuah surprise di atas bis. sepasang pria wanita berbusana sorjan dan kebaya akan menyuguhkan welcoming snack bergaya unik. Sang wanita membawa tampah berisi kue-kue khas jogja/jawa, sang pria membawa gelas dan termos ala jadul yang berisikan teh hangat yang siap dinikmati seluruh peserta di atas bis.

 

 

Di sebuah desa wisata, peserta yang telah dikelompokkan dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 12-13 orang akan di fasilitasi moda transportasi tradisional (sepeda onthel / andong / gerobak sapi) untuk berkeliling mengeksplorasi kawasan desa wisata. eitsss tunggu dulu, keliling bukan sekedar keliling. kelompok-kelompok itu harus mencari beberapa rumah tertentu dengan mekanisme peraturan permainan yang dirancang sedemikian rupa. peraturan permainan harus mampu memunculkan dinamika yang memiliki konten core value. Apa yang harus dilakukan kelompok-kelompok itu ? mereka akan ber-eksperiens membuat sesuatu yang merupakan khas lokal (bisa kuliner, kerajinan tangan ataupun kesenian).

 

Makan siang disajikan dengan mengambil spot di area balai desa dan dua orang mbok-mbok siap menyuguhi dengan sajian gudeg ala lesehan malioboro.

 

Hasrat berpetualang diimplementasikan dengan mengunjungi kawasan gunung merapi menggunakan jeep. Dan tetap, engagement antar karyawan dituangkan dengan beberapa tantangan kelompok yang dilakukan di sepanjang rute eksplorasi kawasan merapi ataupun spot-spot yang disinggahinya.

 

Menikmati makan malam ala kraton jogjakarta di sebuah resto dalam kraton menjadi suguhan unik berikutnya. seremoni kecil usai makan malam akan menganugerahi hadiah2 hasil aktivitas siang hari dan juga door prize. Dilanjutkan dengan free time selama 3 jam untuk menikmati kawasan malioboro di malam hari.

 

Di hari kedua, kemana peserta akan dibawa ? silahkan kawan-kawan melanjutkan sinopsisnya.

Dengan membuat gagasan utama disertai dengan menggaris bawahi gagasan-gagasan penting yang ada di dalamnya, maka tahapan berikutnya sudah bisa kita masuki untuk didapatkannya konsep gathering unik yang menarik serta konsep gathering unik yang mampu mempertemukan ekspektasi gathering owners dan gathering participants. 

 

Dalam Standard Operating Procedure penyusunan konsep gathering di Jemari Tiga Sinergi yang memiliki spesialisasi dalam corporate gathering, tahapan berikutnya akan menghadirkan detail concepting yang dibangun dari 4 pilar utama yaitu Graphic & Key Visual, Detail Activity, Detail Production serta Hospitality-nya. Kita bahas dilain waktu kawan. 

 

 

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Please reload

Cari Arsip Artikel

Please reload

Baca Juga :