Menuju Generasi Emas Indonesia Tahun 2045 : EL Bisa Bikin Apa ?

September 18, 2017

Presiden Jokowi telah mengeluarkan Perpres No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. "Makhluk" sejenis apakah itu ? Penguatan Pendidikan Karakter yang selanjutnya disingkat PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

 

Penguatan Pendidikan Karakter / PPK memiliki tujuan:

 

  • membangun dan membekali Peserta Didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan;

  • mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi Peserta Didik dengan dukungan pelibatan publik yang dilakukan melalui pendidikan jalur formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia; dan

  • merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi pendidik, tenaga kependidikan, Peserta Didik, masyarakat, dan lingkungan keluarga dalam mengimplementasikan PPK.

 

Lebih lengkap tentang PPK sesuai yang dimaksud perpres tersebut dapat diunduh disini

 

AELI (Asosiasi Experiential Learning Indonesia), sebuah wadah bernaungnya para praktisi experiential learning melihat relevansi perpres ini dengan experiential learning sebagai sebuah metode pembelajaran. Dan inilah saatnya AELI bersama praktisi experiential learning yang bernaung didalamnya, dapat mengambil peranan yang lebih maksimal dalam turut serta mengembangkan anak bangsa sesuai tagline 1 Dekade AELI Untuk Negeri.

 

Usaha-usaha dalam rangka mendukung Pepres tersebut telah mulai dilakukan. Yang pertama, AELI telah diminta Badan Diklat Kemendikbud untuk membuat rumusan materi pengembangan kompetensi para guru sebagai ujung tombak penguatan pendidikan karakter melalui jalur pendidikan formal. Pengembangan kompetensi tentu berkaitan dengan penerapan experiential learning sebagai salah satu metode yang digunakan dalam usaha-usaha penguatan pendidikan karakter. Dan untuk itu, AELI telah membentuk tim perumus materi tersebut yang berisikan beberapa para pakar dan expertis experiential learning yang juga pengurus dan anggota AELI.

 

Yang kedua, Sambil menanti perumusan materi tersebut, AELI juga telah menginisiasi Komunitas EL Teacher Indonesia, dimana dalam komunitas ini AELI telah mulai berbagi tentang bahasan experiential learning bersama para guru yang telah bergabung di komunitas ini.

 

Sebagai Ketua Harian DPP AELI saya mengajak Bapak/Ibu Guru di seluruh Indonesia untuk berkenan bergabung dalam komunitas ini. Banyak hal positif yang dibahas dalam komunitas yang memiliki group whatsapp sebagai media komunikasinya ini terkait dengan penerapan teknik fasilitasi di dalam kelas agar para siswa didik terlibat aktif dalam proses belajar. "Menciptakan suasana belajar yang asyik". ujar beberapa anggota komunitas ini.

 

Sekiranya Bapak/Ibu Guru berkenan join dalam komunitas ini, silahkan chat nomor whatsapp ke 0811-8022-225​⁠​ ketik saja : [nama] [sekolah] [domisili]

 

Mempersiapkan generasi emas ini adalah tanggung jawab kita bersama. Ayo EL'ers kita merapat ke AELI, merah putih menanti

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Please reload

Cari Arsip Artikel

Please reload

Baca Juga :