Jogja MICE Forum 2017 Dihadiri 40 Buyers

July 28, 2017

Pemerintah Kota Jogjakarta menggelar Jogja MICE Forum 2017 di Jogjakarta Plaza Hotel pada tanggal 24-26 Juli 2017. Kegiatan ini adalah kali kedua Pemkot Jogjakarta yang dalam hal ini diwakili oleh Dinas Pariwisata menyelenggarakan kegiatan sejenis untuk pertama kalnya pada tahun 2015. 

 

MICE adalah singkatan dari Meeting, Incentive, Convention, Exhibition. MICE adalah jenis kegiatan yang terdapat dalam industri pariwisata, kegiatan ini telah di rencakanan secara matang oleh suatu kelompok atau kumpulan orang yang memiliki kesamaan tujuan dalam penyelenggaran kegiatan tersebut. Dunia MICE merupakan dunia bisnis yang sangat menjanjikan namun masih sangat baru dalam masyarakat karena belum banyak memiliki peminat seperti bisnis lainnya. Mungkin salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan tentang MICE di Indonesia. Namun di Indonesia sudah mulai ada lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan tentang MICE. Banyak negara yang sudah menjadikan dunia MICE sebagai salah satu potensi wisatanya.

 

Dalam penyelenggaraan JMF 2017, Dinas Pariwisata DI Yogyakarta bekerja sama dengan majalah VENUE menggelar kembali perhelatan yang mempertemukan para pelaku MICE dengan kolega mereka untuk menggarap pasar MICE dan pariwisata di Yogyakarta. 

 

“Data menunjukkan bahwa MICE telah mampu menjadi tulang punggung pariwisata Yogyakarta. Setidaknya tahun 2016 telah berlangsung  14.500 event di penjuru DI Yogyakarta yang mampu menghadirkan lebih dari 3,5 juta wisatawan mancanegara,” ujar Aris Riyanta, Kepala Dinas Pariwisata DI Yogyakarta saat membuka Jogja MICE Forum 2017. Aris menambahkan, Dengan keberadaan Jogja MICE Forum 2017, ditargetkan pertumbuhan yang bagus dalam industri MICE Yogyakarta. "Saya menargetkan MICE bisa tumbuh 20 persen pada 2017", tambah Aris.

 

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini ditujukan untuk memperluas jaringan dan potensi bisnis antar-pelaku pariwisata MICE, dari penyelenggara event, pameran, konvensi, meeting, pengrajin, manajemen destinasi, resto, cafe dan travel.

 

Jogja MICE Forum dihadiri 35 sellers dan 40 buyers yang berasal dari Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, dan Malaysia. tak hanya bertransaksi bisnis dalam sessi table top, acara ini juga dilengkapi dengan seminar dan workshop untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta membahas tren-tren terkini dalam industri MICE.

 

Meski terjadi peningkatan dalam nilai transaksi bisnis dalam MICE Forum kali ini dibanding dua tahun sebelumnya, ada catatan pinggir yang diberikan oleh beberapa orang buyer sebagai masukan untuk perhelatan ini. Umumnya Buyer yang hadir dalam acara ini adalah level top manajemen (owner/director) di perusahaannya. Namun tidak begitu yang terjadi di pihak Seller. Sebagian besar pelaku usaha MICE dari sub sektor perhotelan yang hadir bukan dari level top manajemen. Hanya sebagian kecil saja perhotelan yang hadir di forum ini diwakili langsung oleh General Manager ataupun Director of Sales nya. Selain menimbulkan kesan tidak serius menyambut kehadiran para buyers, kerapkali terjadi delay-delay bisnis yang muncul akibat keterbatasan wewenang dari representatif hotel yang bersangkutan.

 

Catatan lainnya yang diberikan oleh salah seorang buyer adalah menyoroti soal kemacetan lalu lintas yang juga sudah melanda kota Jogjakarta. Pemerintah Jogjakarta sudah saatnya mulai membenahi kemacetan lalu lintas bila Jogjakarta ingin tumbuh signifikan industri pariwisata MICE nya.

 

Di kesempatan hari terakhir penyelenggaraan Jogja MICE Forum 2017, para Seller yang terdiri dari pebisnis event organizer, PCO, travel dan sejenisnya diajak untuk mengunjungi beberapa potensi MICE yang baru di Jogjakarta. Spot yang dikunjungi antara lain Rumah Dome Teletubbies, Tebing Breksi, dan Warung Artisan. Kegiatan mengunjungi destinasi-destinasi ini dilakukan dengan menumpangi kendaraan jeep offroad yang juga mulai marak di kawasan ini.

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Please reload

Cari Arsip Artikel

Please reload

Baca Juga :