Permainan Team Building Menggunakan Seni Budaya (2) - Gambang Kromong

March 3, 2017

Yang sering kita jumpai dalam permainan team building adalah kegiatan-kegiatan yang sarat dengan analogi. Pilar-pilar dalam kerjasama team yang menjadi objektif kegiatan dituangkan dalam perumpamaan-perumpamaan berbentuk misi dalam sebuah permainan. Misalnya pilar komunikasi efektif dituangkan dalam misi permainan 'orang buta' melewati rintangan dengan panduan rekan-rekannya. Atau sikap mental trust each other diejawantahkan melalui permainan gotong-gotong teman melintasi tali yang tak boleh tersentuh. Dan masih banyak lagi ragam permainan team building yang sering kita jumpai.

 

Dalam beberapa tahun terakhir saya agak kesulitan, (mungkin karena saya semakin menua ... hahaha) untuk membangun 'jembatan pemaknaan' dari perumpamaan-perumpamaan itu ke dalam dinamika keseharian. Saya semakin gak pede untuk menarik learning point dari permainan nutup-nutup galon bocor menjadi bahasan tentang leadership. Saya seringkali kehabisan ide untuk 'ngebetot' oper-operan air ala anak-anak menjadi sebuah bahasan tentang internal service satisfaction. Itulah kenapa saya sedikit keukeuh dihadapan pelanggan saat akan meng-goal-kan program team building dengan kegiatan-kegiatan, yang menurut saya, lebih kuat reality nya namun tetap dengan penggunaan analogi-analogi biar tetap renyah dicerna.

 

Beberapa permainan team building pernah saya gulirkan sejak beberapa tahun lalu dengan gaya analogi yang sedikit keluar dari dunia bermainnya anak-anak atau kekanak-kanakan. Permainan team building jenis ini gak semata supaya differensiatif saja namun juga ingin memanfaatkan kerangka yang begitu luas dari metode experiential learning. EL kan gak sebatas pada games aja kan ?

 

Yang agak laris saya jual di pasaran adalah program team building yang memanfaatkan seni budaya tradisional Indonesia sebagai media kegiatannya. Berisikan permainan team building yang menghadirkan nilai-nilai dari team work yang terkandung dalam beberapa jenis kesenian tradisional Indonesia yang dimainkan oleh beberapa / banyak orang. Melalui kesenian jenis ini, permainan team building bisa menghadirkan dinamika kelompok karena memang yang akan terlibat adalah sekumpulan orang. Salah satunya adalah kesenian gambang kromong dari tanah betawi.

 

Permainan team building menggunakan gambang kromong ini memadukan 3 jenis kegiatan. Yaitu permainan alat musik, tari serta seni palang pintu yang 'disusupi' dengan lenong. Ketiga jenis kegiatan ini tentunya akan dimainkan oleh beberapa orang (total kira-kira 15 orang). Skenarionya simpel aja, para anggota kelompok ini disuguhi target menyiapkan sebuah penampilan gambang kromong dengan waktu tertentu sebagai durasi latihannya. Terbayang kan ? orang-orang yang bukan pemain gambang kromong, lenong ataupun penari ini akan melalui sejenak sebuah dunia baru (yang katanya sebagai sarat kegiatan outbound) dan menghadapi dinamika kelompok yang muncul dari ragam pola pikir para anggota kelompoknya.

 

Beragam respon saya terima dari orang-orang yang pernah mengikuti permainan team building jenis ini. Namun saya tertarik mengangkat respon yang saya dapatkan dari beberapa client yang tengah menghadapi fenomena Y Generation dalam human capital management nya. Sebagian mereka memberikan komentar bahwa ini adalah program team building dengan 'banyak kunci jawaban'. Biasanya challenge dalam permainan team building itu relatif hanya 1 kunci jawabannya, seperti transfer air tanpa tertumpah, jalan buta tanpa menyentuh lintasan, atau pindahin bola tanpa terjatuh.

 

"Gen Y paling gak suka hal-hal yang statis. Mereka cinta pada ruang berkreasi yang luas saat bereksistensi", ujar salah seorang pengguna program ini.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Please reload

Cari Arsip Artikel

Please reload

Baca Juga :

  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Google+ Icon
  • Grey YouTube Icon
  • Grey Instagram Icon