Main Di Ciliwung (bagian 2) | Kuliner Khas Cikambangan

November 4, 2016

Keasyikan pengarungan Ciliwung Depok menggunakan stand up paddle board terpaksa harus kami hentikan sejenak karena harus singgah di kampung cikambangan, sukamulya. apa yang membuat kami tertarik singgah disini ? Cikambangan yang teduh menyuguhkan aneka penganan tradisional yang masih terjaga sejak jaman dulu sampai sekarang. Kue-kue yang jarang saya temui di berbagai toko kue yang pernah saya temui, ternyata masih ada sampai saat ini.

 

Kuliner khas betawi yang rata-rata terbuat dari singkong, ubi dan kelapa ini masih terpelihara di kampung ini. Rasanya ? relatif tergantung selera dan lidah kita. namun sebagai ukurannya, hampir 6 piring dan 6 jenis penganan ini ludes disikat rombongan pengarung. sampai-sampai saya agak lupa apa nama kue-kue itu. seingat saya ada putri no'ong, klepon singkong, dan 4 piring lain yang saya lupa nama kue nya.

 

Lalu apa yang bisa diangkat dari kuliner-kuliner ini dalam kerangka media pembelajaran ? Bagi seorang praktisi experiential learning seperti saya, banyak hal yang berpotensi besar untuk dieksplorasi untuk pembelajaran. kearifan lokal ini sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja tanpa dapat learning point bagi kita, melalui pendekatan experiential learning tentunya.

 

Sampai pada suapan terakhir pun, masih 'sliweran' ide-ide untuk mengangat kearifan lokal ini untuk dapat menjadi kegiatan yang bermanfaat untuk pembentukan karakter. ya tapi belum mengerucut akan seperti apa kegiatannya. hanya saja saya sempat berujar kepada ibu yang menyediakan kue-kue ini, "bu, lain waktu saya akan mampir lagi kesini bersama anak-anak saya. Tolong ajari mereka bikin kue betawi ini".

 

Ya, di google play store banyak sekali game membuat kue yang sering dimainkan anak-anak saya melalui tab nya. Tapi menumbuk singkong, memarut kelapa, membersihkan daun pisang pasti akan mampu memberikan nuansa lain kepada mereka. Nuansa yang mampu memberikan sentuhan akar budaya dan tradisinya.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Please reload

Cari Arsip Artikel

Please reload

Baca Juga :